7 Skandal Perusahaan Disney Terbesar, Banyak Film Plagiat?

Posted on
Rate this post

Tidak banyak perusahaan yang lebih dicintai daripada Disney. Dari yang baru masuk SD sampai yang bayar SD, daya tarik Disney itu universal, geng!

7 Skandal Perusahaan Disney Terbesar, Banyak Film Plagiat?

Jaka sendiri memiliki beberapa teman yang tidak terlalu suka menonton film, namun selalu menjadi yang pertama membeli tiket untuk film animasi Disney.

7-Skandal-Perusahaan-Disney-Terbesar,-Banyak-Film-Plagiat

Namun, di balik senyum maskot Mickey Mouse, sebenarnya ada sisi gelap di balik perusahaan ini, yang sayangnya jarang diungkap ke publik.

DAFTAR ISI

Skandal terbesar Perusahaan Disney
Penulis naskah asli Aladdin yang belum dibayar
Disneyland tidak membayar sewa lokasi
Kasus pelecehan seksual John Lasseter
Monopoli dunia film setelah pengambilalihan Fox
Mencoba membeli merek Day of the Dead
Film Animasi Jepang The Lion King Plagiarisme
Kantor Kejaksaan Sekolah Dasar Emerson

7 skandal terbesar Perusahaan Disney

Jangan terkecoh dengan reputasi Disney sebagai perusahaan yang ramah, sebagai perusahaan mencari uang selalu menjadi tujuan utama, geng!

Terbukti dengan banyaknya skandal yang terjadi di perusahaan-perusahaan besar seperti Apple dan Disney yang tidak jauh berbeda dengan mereka.

Demi mengejar keuntungan, Disney tak segan-segan melakukan beberapa hal mesum yang Jaka akan bahas dalam 7 Skandal Perusahaan Terbesar Disney!
1. Penulis naskah asli Aladdin yang tidak dibayar
Terry Rossio 7c79e

Tahukah Anda mengapa Disney saat ini membuat remake live-action dari film animasi klasiknya seperti The Lion King?

Selain Disney sudah tidak kreatif lagi, alasan lain Disney tidak punya kewajiban untuk memberi kompensasi kepada penulis naskah film animasi asli adalah geng!

Disney mengambil keuntungan dari hukum aneh industri film animasi Amerika dan mampu melanjutkan pembuatan ulang film animasi mereka tanpa harus memberi kompensasi kepada penulis skenario aslinya.

Skandal ini mengemuka ketika penulis skenario film animasi Aladdin, Terry Rosio, mengungkapkan rasa frustrasinya di Twitter, yang memicu kritik pedas terhadap Disney.

Gilanya bahkan di credit film live-action Aladdin, nama Rosio tidak disebutkan sama sekali, padahal tulisannya sudah 100% terpasang, geng!
2. Disneyland tidak membayar sewa lokasi
Disneyland Anaheim 2d25c

Pada tahun 90-an, Disney memutuskan untuk memperluas Taman Hiburan Disneyland di Anaheim, California dengan bantuan dari pemerintah setempat.

Dengan iming-iming untuk menggenjot bisnis pariwisatanya, Disney berhasil meyakinkan kota Anaheim untuk membangun tempat parkir tambahan senilai $100 juta.

Diperkirakan pendapatan tempat parkir menghasilkan $ 35 juta setahun, tetapi pendapatan itu semua masuk ke Disney, geng!

Dari mana? Karena Disney menyewa tempat parkir seharga $1 setahun dari kota Anaheim.

Bisa dibayangkan betapa beraninya sebuah perusahaan dengan keuntungan sebesar Disney berani “mengemis” subsidi dari pemerintah setempat.
3. Kasus pelecehan seksual John Lasseter
John Lasseter 40f22

Sebagai Chief Creative Officer (CCO) dari Walt Disney Animation Studios dan Pixar, John Lasseter adalah salah satu tokoh Disney yang paling berpengaruh.

Lasseter mengawasi seluruh proses produksi film animasi Pixar dan film-film yang disutradarai secara pribadi seperti Toy Story dan Toy Story 2, geng.

Meskipun demikian, Lasseter juga dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap karyawan wanita, tetapi perlakuannya diabaikan oleh Disney.

Disney menganggap Lasseter terlalu penting untuk kelangsungan hidup studio animasi mereka sehingga mereka rela mengabaikan perilaku buruk Lasseter.

Beruntung, gerakan Me Too yang menyerbu Hollywood berhasil memaksa Disney memecat Lasseter, yang akhirnya meninggalkan Disney pada akhir 2018.
4. Monopoli dunia film setelah pengambilalihan Fox
Disney Fox D51b0

Coba bicarakan dengan seorang ekonom dan hampir semua orang akan mengatakan monopoli adalah hal yang buruk, geng!

Tidak puas mendominasi industri film blockbuster dengan franchise MCU dan Star Wars, Disney akhirnya mengakuisisi Fox pada Maret 2019.

Berkat akuisisi ini, Disney dikatakan memiliki pangsa pasar 40% dari seluruh film bioskop, yang banyak dikritik oleh pengamat industri film.

Di Amerika sendiri, Disney memiliki banyak kebijakan ekstrim untuk bioskop yang ingin menayangkan film mereka, dan akuisisi ini hanya memperburuk situasi.
5. Mencoba membeli merek Day of the Dead
Hari Kematian 04c09

Pada tahun 2017, Disney merilis film Coco, melalui studio Pixar, yang bertema hari libur budaya Amerika Latin yang disebut Day of the Dead.

Sebelum film anak-anak terbaik diterbitkan

Sumber :

moviekece.com
download film eternals