Menurut kajian Lazada, inilah kunci peningkatan talenta digital di Indonesia

Posted on
Rate this post

– Lazada Indonesia mengungkap beberapa temuan studi bertajuk “Pengembangan Talenta untuk Ekonomi Digital Indonesia”, termasuk tiga kategori keterampilan utama yang perlu dikuasai oleh talenta Indonesia.

Sejalan dengan pesatnya pertumbuhan industri digital. Menumbuhkan dan mempertahankan 3,7 juta pekerjaan baru di sektor digital akan membutuhkan: kolaborasi dan kemitraan intensif antara pemerintah dan sektor swasta; mengadopsi budaya pertumbuhan; Perubahan dan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi pada ekonomi digital Indonesia.

Menurut kajian Lazada, inilah kunci peningkatan talenta digital di Indonesia

Menurut-kajian-Lazada,-inilah-kunci-peningkatan-talenta-digital-di-Indonesia

Baca juga:
– Kerjasama Huawei dan UGM semakin erat dalam mengembangkan talenta digital
– Minimnya talenta digital di Indonesia, apa solusinya?
– Dalam perjalanan menuju Indonesia emas 2045, talenta digital perlu dipersiapkan dari sekarang
– IndonesiaNEXT Season 5 siap menghadirkan talenta digital yang kuat

Dengan dukungan YCP Solidiance, konsultan bisnis di Asia, studi Lazada

, yang dilakukan pada kuartal keempat tahun 2021, memberikan gambaran tentang lanskap tenaga kerja Indonesia saat ini, dengan Indonesia diproyeksikan akan mengalami bonus demografi mulai tahun 2030, dengan produktivitas produktif secara keseluruhan. usia mencapai 64 persen dari total penduduk.

Kelompok usia produktif ini akan menjadi andalan bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Hal ini sesuai dengan laporan Google, Bain, dan Temasek (2021), yang memprediksi ekonomi digital Indonesia akan terus tumbuh mencapai US$146 miliar pada 2025.

Agar tetap relevan dengan perubahan dan dinamika industri digital

, studi Lazada 2021 mengidentifikasi tiga kategori keterampilan utama yang harus dikuasai oleh talenta Indonesia agar bisa sukses:

Keterampilan Sosial: Kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis dan analitis.
Kemampuan Digital: Industri akan terus membutuhkan kemampuan digital yang kompleks untuk meningkatkan efisiensi karena pengambilan keputusan berbasis data menjadi lebih relevan.
Keterampilan Pemberdaya Bisnis: Keterampilan untuk mengembangkan pola pikir kewirausahaan yang kuat dan fleksibel. Ini menjadi keterampilan mendasar bagi setiap talenta karena dunia bisnis terus berkembang.

“Memberdayakan talenta di ekosistem digital Indonesia adalah salah satu bentuk keterlibatan berkelanjutan Lazada. Kajian Lazada 2021 menjadi pengingat dan penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan, baik sektor publik maupun swasta, untuk bersinergi dan bersinergi mengembangkan ekonomi digital di Indonesia. bentuk dukungan kami terhadap isu-isu strategis yang menjadi salah satu focal point KTT G20 di Indonesia, yaitu digital-enabled transformation. Lazada sangat bersemangat untuk memulai diskusi dan bekerja sama dengan mitra industri untuk mengembangkan program untuk membina talenta di Indonesia,” kata Ferry Kusnowo, Managing Director Lazada Indonesia.
Hasil kajian Lazada, kunci pembinaan talenta digital di Indonesia. (Lazada)
Hasil kajian Lazada, kunci pembinaan talenta digital di Indonesia. (Lazada)

Studi Lazada 2021 menunjukkan pentingnya kolaborasi dan kemitraan yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta.
Didukung oleh GliaStudio

Dalam diskusi panel yang diselenggarakan oleh Lazada, perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan Asosiasi eCommerce Indonesia (idEA) membahas bagaimana semua pemangku kepentingan dapat mendukung dan memperkuat infrastruktur, termasuk memastikan ketersediaan infrastruktur, sumber daya pendidikan yang berkualitas dan inklusif untuk pertumbuhan talenta di Indonesia.

Hal ini sesuai dengan temuan penelitian, yang juga menyarankan empat pendekatan utama di mana pemangku kepentingan dapat bekerja secara sinergis:

Keselarasan ekosistem pendidikan dan dunia kerja

Beradaptasi dan menyelaraskan ekosistem pendidikan dengan perubahan dan kebutuhan industri membutuhkan kolaborasi yang intens antara pemangku kepentingan.

Kurikulum yang dirancang oleh pemangku kepentingan seperti akademisi, pelaku industri dan pemerintah dapat membantu memastikan sistem pendidikan yang dapat menghasilkan bakat dengan keterampilan dan perilaku yang sesuai.

Program pengembangan bakat profesional

Pelatihan dan pengalaman praktis merupakan keharusan bagi talenta digital untuk bersaing di lingkungan kerja.

Oleh karena itu, pelatihan langsung dan penanaman pola pikir terbuka dapat

 

Baca Juga :

https://indonesiamembangun.id
https://daftarkampunginggris.id
https://iainmataram.ac.id
https://festivallembahbaliem.id
https://p4s-pertanian.id