Rawa: Pengertian, Ciri-ciri, dan Manfaatnya

Posted on

Pada poin kali ini kita akan membahas rawa, banyak orang yang belum paham apa itu rawa atau belum paham tentang perbedaan rawa dan sungai, maka penjelasan ini akan menjelaskan secara gamblang tentang rawa, antara lain sebagai berikut:

Pahami rawa

pengertian-rawa

Rawa atau disebut juga rawa adalah daerah rendah yang tergenang air. Pada dasarnya permukaan air rawa ini selalu berada di bawah atmosfer bumi atau sejajar dengan permukaan laut, sehingga air selalu menggenang dan permukaan air selalu tertutup oleh tumbuhan air. Pengertian rawa yang lain adalah tanah yang secara ilmiah tergenang air dan terjadi secara terus menerus atau musiman akibat drainase yang tersumbat serta memiliki sifat khusus secara fisik, kimiawi dan juga biologis.

Ada pula pengertian rawa, yaitu tanah berlumpur yang terbentuk secara permanen atau sementara, secara alami atau dengan mencampurkan air tawar dan air laut secara artifisial, bahkan di wilayah laut yang kedalaman airnya kurang dari 6 meter. Rawa-rawa ini sangat sulit dibedakan dengan sungai. Terkadang kami juga menjumpai sungai yang menyerupai rawa. Sungai, jika dilihat, akan terlihat sangat mirip rawa.

Properti rawa

Ciri-ciri rawa akan kita bahas agar kita bisa membedakan mana yang rawa dan mana yang sungai. Yang pasti, sifat khusus dari rawa menunjukkan bahwa rawa berbeda dari sungai. Rawa memiliki sifat khusus, beberapa ciri khusus tersebut sekarang adalah sebagai berikut:

  • Dari segi air, rawa memiliki air yang bersifat asam dan berwarna coklat, bahkan kehitaman.
  • Karena lokasinya, rawa-rawa ditemukan di daratan di daratan, tetapi banyak juga ditemukan di pantai.
  • Air rawa di pesisir pantai juga sangat dipengaruhi oleh pasang surutnya aliran air laut.
  • Pada saat air laut sedang pasang, permukaan rawa juga tergenang air besar, sedangkan pada saat air surut daerah tersebut tampak kering dan bahkan tidak ada air sama sekali.
  • Rawa-rawa di pinggir pantai juga ditumbuhi pohon bakau, sedangkan rawa-rawa di pedalaman ditutupi dengan pohon palem atau palem.

Jenis rawa

Padahal, di rawa ini banyak sekali spesies yang artinya tidak hanya terdiri dari satu spesies saja. Jenis rawa yang berbeda dapat dibedakan antara lain dari segi kandungan air dan lokasinya.

Berdasarkan air

Dari segi kadar air, rawa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

Rawa air tawar

Rawa terkenal dengan air tawar. Rawa air tawar ini merupakan rawa yang airnya segar dan airnya tidak mengalami pergerakan. Rawa air tawar ini biasanya ditemukan di kawasan hutan yang berada di dekat aliran sungai. Jenis air rawa ini bersifat asam karena banyaknya sisa-sisa makhluk hidup yang membusuk.

Rawa air asin

Meski rawa lebih dikenal dengan air tawar, ada juga jenis rawa air asin. Rawa air asin biasanya ditemukan di daerah pantai. Di rawa air asin jenis ini, airnya bisa berpindah-pindah, sehingga airnya tetap berubah. Hal ini terjadi karena gelombang pasang yang menggenangi sebagian atau mungkin seluruh wilayah rawa. Air rawa jenis ini biasanya tidak terlalu asam seperti rawa air tawar karena mengalami pergerakan (pergantian air).

Rawa payau

Rawa air payau ini merupakan rawa tempat bercampurnya air tawar dan air asin. Rawa-rawa seperti air payau ini biasanya berada di dekat muara sungai, dan air rawa ini juga bisa berpindah-pindah, sehingga bisa terjadi perubahan pada airnya juga. Persis seperti rawa air asin.

Berdasarkan tempat terjadinya

Jenis rawa-rawa berikut ini berdasarkan tempat terjadinya:

Rawa pesisir

adalah rawa di pantai. Rawa ini selalu terpengaruh oleh pasang surut air laut. Prosesnya juga berlangsung karena bagian bawah laut selalu tergenang air laut. Tanaman yang bisa tumbuh adalah pohon bakau.

Payau rawa

merupakan rawa yang terletak di muara sungai dan juga dipengaruhi oleh pasang surutnya aliran air laut. Rawa payau terjadi karena bagian bawah muara sungai selalu tergenang air akibat luapan air sungai dan naik turunnya air laut. Rawa-rawa tersebut ditumbuhi rerumputan dan juga pepohonan tahan air seperti kayu ulin, bakau, dll. Di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, banyak masyarakat dan pemerintah yang memanfaatkan rawa payau sebagai sawah pasang surut.

Sungai rawa

merupakan rawa yang terjadi karena terdapat daerah rendah di kiri kanan sungai dimana air sungai selalu banjir. Rawa-rawa tersebut terjadi di banyak daerah atau pedalaman oleh sungai-sungai di Kalimantan dan di bagian timur pulau Sumatera.

Bah baskom

adalah rawa di suatu area atau cekungan tertentu yang selalu terisi air. Munculnya panggul ini disebabkan oleh penurunan atau peningkatan kekuatan endogen di sekitar panggul. Misalnya Rawa Pening di Jawa Tengah.

Rawa

adalah rawa yang tercipta dari pasang surutnya aliran air danau. Saat musim hujan danau membanjiri daerah sekitarnya dan air danau juga surut saat musim kemarau. Di daerah sekitar danau yang sedang pasang surut inilah danau rawa.

Manfaat rawa

Semua jenis rawa sudah dijelaskan di atas, dan sudah pasti rawa memiliki kelebihan juga. Nah, berikut beberapa manfaat rawa yang bisa kita dapatkan secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa manfaat rawa yang bisa kita peroleh adalah sebagai berikut:

  • Sebagai tempat budidaya ikan jenis tertentu.
  • Sebagai tempat menanam jenis tanaman tertentu, mis. B. anggrek, eceng gondok, dll.
  • Sebagai lahan pengganti persawahan yang tidak perlu lagi dibagi-bagi menjadi zona-zona.
  • Sebagai tempat berkembangnya keanekaragaman hayati.
  • Sebagai penurun pencemaran dan juga pencemaran udara.

Sekian, dan terima kasih telah membaca tentang pengertian rawa, spesies, ciri dan manfaatnya. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Sumber :