Studio dibebaskan sebagai Forum Kreatif Farid Stevy FSTVLST

Posted on

Dari hobi dan proyek pribadi, penyanyi FSTVLST Farid Stevy Asta telah menghasilkan kreativitas yang luas dan luas yang disebut LiBStud.

LiBStud sendiri merupakan perpanjangan dari Liberated Studio, awalnya dicap oleh Farid FSTVLST, dan merupakan proyek kreatif untuk proyek seni dan desainnya sendiri.

Studio-dibebaskan-sebagai-Forum-Kreatif-Farid-Stevy-FSTVLST

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.chordindonesia.com/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Studio dibebaskan sebagai Forum Kreatif Farid Stevy FSTVLST

Farid Stevy, berbasis di Yogyakarta, memulai perjalanan embrio LiBStud pada pertengahan 2006-2007. Nama LiBStud yang disandang sendiri oleh Farid Stevy muncul di beberapa acara seni rupa saat itu.

Sayap LiBStud menemukan cara untuk berkembang lebih jauh pada tahun 2011 ketika Farid Stevy bekerja sama dengan beberapa rekannya. Farid Stevy dan rekannya membawa LiBStud ke dalam kolaborasi desain dan produksi dengan nama libstud + loten.

Di blognya, Farid Stevy menulis artikel khusus tentang Liberated Studio

. Berawal dari kontrakannya, Farid Stevy perlahan mulai menggeluti dasar-dasar LiBStud.

“Ini sanggar dibebaskan. Rumah kontrakan sederhana yang cukup tua. Beralamat di Jl. Kinanthi Gg. Gambang No. 8 Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. Saya tinggal di rumah ini sekitar dua tahun.” dia menulis. Farid Stevy.

“Ruangan terbesar berukuran sekitar delapan kali enam meter. Saya menggunakannya untuk studio lukisan. Beberapa ruangan lain yang saya gunakan adalah kamar tidur, ruang penyimpanan, dapur, dan lemari.”

“Kebanyakan teman saya menyebut rumah ini LIB karena saya menempelkan huruf LIB di samping pintu depan rumah ini sebagai singkatan dari sanggar dibebaskan. Saya tinggal berdua dengan 2 ekor kucing bernama koka dan kola, saya dan mantan pacar saya,” lanjutnya. Farid Stevy pergi.

“Saya baru-baru ini berbagi ruang dan waktu dengan sahabat saya Moks Timofeevic, yang merupakan seorang fotografer dan produsen sepeda fixie. Jenny, band saya, juga menggunakan rumah ini sebagai tempat pertemuan. Foto ini diambil oleh Moks ketika saya sedang menyelesaikan panel 4 dan 5 dari seri lukisan DCDNC / DCDNT. Selamat datang di LIB kalian semua diundang ke rumah ini, “pungkas Farid Stevy.

Pertengahan 2013, LiBStud kemudian mulai menjajal format studio baru yang karakternya mirip dengan konsep co-working space. Ruang ini dapat diartikan secara spasial dan budaya sebagai ruang semi terbuka bagi setiap pelaku kreatif untuk melakukan kerja kolaboratif dan kolektif.

Perkembangan ini membawa Farid Stevy dan LiBStud menjadi studio desain pada tahun 2015. Dengan pengaruh kuat dari sisi kreatif di Yogyakarta, LiBStud menjadi budaya diskusi yang kuat.

Dalam Whiteborad Journal, Farid Stevy menjelaskan karakter yang diinginkan LiBStud dalam karyanya.

“Lahir dan tumbuh dengan nafas dan nafas Yogyakarta, memiliki pengaruh yang kuat terhadap proses kreatif sanggar. Banyaknya wacana kesenian dan kreatif serta budaya diskusi yang kuat menjadikan liBStud selalu menawarkan nilai tambah pada setiap orang. bahwa mementaskan itu artistik, kadang nakal, kadang malah liar, dan memberi kehidupan ekstra dan kesenangan untuk menciptakan karya yang pada dasarnya harus logis, empiris dan cenderung kaku, ”jelas Farid Stevy.

Selama ini LibStud Farid Stevy hadir untuk meramaikan industri kreatif tanah air

. Selama beberapa tahun LibStud juga aktif mengikuti berbagai pameran seni rupa. Bagi Farid Stevy, ia berharap LiBStud bisa menjadi forum yang sukses dan bermanfaat bagi banyak orang.

“Sebagai sebuah perusahaan, studio ini tetap mengharapkan keuntungan yang dapat memberikan sumber pendapatan finansial. Pengalaman kami tahun lalu sangat positif,” kata Farid Stevy kepada Whiteboard Journal.

“Tumbuh bukanlah hal yang mudah di industri kreatif yang saat ini sedang menjadi bintang di Indonesia. Kita belum bisa membayangkan seperti apa rupa liBStud sepuluh tahun ke depan. Tentu kita ingin sanggar ini tetap menjadi studio.” small but full studio yang memiliki banyak mitra bisnis yang terlibat dan itu mengajak masing-masing pihak untuk maju bersama, ”ujarnya.

“Migunani jatuh lain, yang berguna bagi sesama, telah menjadi moto bersama dengan semua orang di studio kami. Sebisa mungkin, semua proyek yang kami kerjakan, semua pihak yang bekerja dengan kami berkembang mulai dari Pelanggan, freelancer, dan lainnya. -pembantu lokasi, tenaga penjual, toko-toko di sebelah studio tempat perut lapar kita bersandar, hingga tetangga studio. Dengan semangat ini kami berusaha melibatkan banyak pihak dalam pengerjaan proyek, terutama selama proses riset dan produksi, ”tutup Farid Stevy .

 

  Lihat Juga : chord perlahan