Telekom mengklaim bahwa data pelanggan Indihome diretas karena akses ke situs terlarang

Posted on
Rate this post

Ahmad Reza, Senior Vice President Corporate Communication and Investor Relations Telkom, membantah bocoran data pribadi pelanggan Indihome.

Telekom mengklaim bahwa data pelanggan Indihome diretas karena akses ke situs terlarang

Pejabat telekomunikasi ini juga menyatakan bahwa bocornya data history browsing pelanggan Indihome di internet pada saat itu kemungkinan disebabkan pelanggan Indihome mengakses situs-situs terlarang.

Telekom-mengklaim-bahwa-data-pelanggan-Indihome-diretas-karena-akses-ke-situs-terlarang

Baca juga:
– Dugaan kebocoran data pelanggan 17 juta, Kominfo panggil manajemen PLN
– Selidiki dugaan kebocoran data pelanggan Indihome, Kominfo panggil manajemen Telekom
– Telekom menjamin data pribadi pelanggan tidak akan dijual
– Indihome diduga membocorkan 26 juta history browser dan user ID, netizen marah pada Twitter

“Kami telah memeriksa dan memeriksa validitas data sejak pagi ini. Hasil pertama data itu hoax

dan tidak valid,” kata Ahmad Reza di Jakarta, Minggu (21/822), seperti dilansir Suara.com.

Ia mengatakan Telekom tidak pernah memberikan email kepada pelanggan IndiHome dan domain alamat mereka adalah @telkom.co.id.

Pemeriksaan terhadap sekitar 100.000 sampel data yang diduga sebagai data pelanggan Indihome mengungkapkan bahwa nomor induk penduduk atau NIK yang tercatat di sana tidak sesuai.

Penting untuk dicatat bahwa NIK yang terdapat dalam informasi pribadi pelanggan Indihome

sesuai berdasarkan pengujian oleh beberapa pengamat keamanan siber.

“Dalam data pelanggan internal Telekom sendiri, sulit untuk mengakses data pelanggan mengingat ada lapisan enkripsi dan firewall,” klaim Reza.
Didukung oleh GliaStudio

Menurut Telekom, jumlah pelanggan IndiHome saat ini mencapai 8 juta. Para peretas mengklaim telah mengambil 26 juta riwayat penelusuran.

Dia kemudian mengklaim bahwa riwayat browser tidak berasal dari internal Telekom, tetapi dari situs lain.

“Ada kemungkinan data history browsing diretas karena mengakses situs-situs terlarang. Kita semua harus menggunakan internet dengan bijak dan waspada terhadap situs-situs terlarang karena mengandung malware,” kata Reza.

Telekom juga menemukan sampel data dari 2018.

Dalam keterangan terpisah, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan sedang menyelidiki dugaan kebocoran data pelanggan IndiHome. Kementerian akan segera memanggil manajemen Telekom untuk dimintai keterangan terkait kejadian ini.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika akan segera mengeluarkan rekomendasi teknis untuk meningkatkan pelaksanaan perlindungan data pribadi Telekom sekaligus berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),” kata Dirjen Aplikasi Informasi dan Informasi Kominfo. , Semuel Abrijani Pangerapan.

Informasi yang beredar di media sosial bahwa 26 juta data riwayat penelusuran pelanggan IndiHome telah bocor, termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP), email, nomor ponsel, kata kunci, domain, platform, dan URL.

Ini adalah tanggapan pejabat telekomunikasi atas dugaan kebocoran informasi pribadi pelanggan IndiHome.

Baca Juga :

https://altech.co.id/